Dorong Ekonomi Bangkit, Bupati Pamekasan Ajak Warga Ikut Gebyar Vaksin Berhadiah

Foto: Bupati Baddrut Tamam pada saat sesi foto dengan para siswa dan warga dalam pelaksanaan Gebyar vaksinasi berhadiah

Pamekasan, Detikzone.net- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) menggelar vaksinasi berhadiah yang dimulai tanggal 17 januari hingga 10 maret 2022.

Vaksinasi berhadiah dengan tema ‘Pamekasan Optimis Sukses Vaksinasi’ tersebut akan diundi tanggal 11 maret 2022 mendatang di 13 kecamatan, dengan hadiah 13 sepeda motor, 13 kipas angin, 13 sepeda gunung, dan 13 sepatu batik.

Pelaksanaan vaksinasi berhadiah itu digelar di semua kantor kecamatan, semua puskesmas, semua Mapolsek, semua kantor Koramil dan di RSUD Waru Pamekasan.

Bupati Pamekasan, mengungkapkan, vaksinasi berhadiah itu dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat melakukan vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di tengan pandemi covid-19.

“Kita diskusi kemarin bagaimana di awal tahun 2022 ini kita sampai 80 persen (masyarakat yang vaksin, red). Malu rasanya kalau kita dianggap oleh beberapa orang kurang beradap, masih percaya hoax. Akhirnya, kita punya cara baru,” ungkapnya, Selasa (18/1/2022).

Suami tercinta Nayla Baddrut Tamam ini menyampaikan, pihaknya melaksanakan rapat bersama seluruh elemen membahas cara pendekatan agar partisipasi masyarakat tinggi untuk melaksanakan vaksinasi. Cara itu salah satunya berupa vaksinasi berhadiah.

“Adanya vaksinasi merupakan bentuk kehadiran pemerintah melindungi kesehatan rakyatnya yang berdampak terhadap laju ekonomi masyarakat. Karena kesehatan dan ekonomi harus berjalan beriringan,” tukasnya.

Terkait hal itu, pihaknya memiliki tiga pendekatan agar kesehatan dan ekonomi berjalan seimbang, pertama vaksinasi serentak di 60 titik yang tersebar di 13 kecamatan. Kedua, mendorong ekonomi masyarakat bangkit serta UMKM tumbuh.

“Akhirnya setiap orang yang datang vaksinasi harus dapat oleh-oleh UMKM, misalnya krepek tette, atau potoh. Belinya di masyarakat dan dibeli oleh pemerintah, lalu masyarakat yang vaksin dapat oleh-oleh UMKM itu. Dapatnya dua, divaksin dan oleh-oleh sesuai kearifan lokal yang ada,” ucapnya.

Bupati sengaja memilih cara tersebut agar ekonomi masyarakat bangkit berkah dari pelaksanaan vaksinasi serentak berhadiah tersebut dengan target 80 persen capaian vaksinasi pada bulan maret mendatang.

“Yang ketiga, syukur alhamdulillah dengan melalui kupon bisa dapat sepeda motor, kulkas, kipas angin, ini bonus saja sebenarnya. Nanti yang divaksin dapat kupon, dan kuponnya diberikan ke tempat vaksinasi. Oleh panitia nanti dikumpulkan dan nanti akan diundi serentak,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan