Hingga Demo Jilid III, Bupati Sumenep Masih Belum Menampilkan Batang Hidungnya

Foto: Ratusan massa Aliansi Rakyat Menggugat menggeruduk kantor Pemkab Sumenep.

SUMENEPDetikzone.netAksi Demonstrasi Akbar Jilid III kembali disuarakan para Pejuang Keadilan ALIANSI RAKYAT MENGGUGAT yang datang dari desa Matanair, Kecamatan Rubaru, di Halaman Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura.

Aksi demo tersebut sangat bergairah dan lebih hot dari sebelumnya, pasalnya pasukan penuntut keadilan itu sampai merobohkan pagar Pemkab Sumenep.

Semua itu terkait tuntutan kasus sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep pada tahun 2019 yang hingga detik ini belum melantik Ahmad Rasidi menjadi Kepala Desa.

Padahal, sudah jelas, putusan PTUN nomor 79 PK/TUN/2021 yang isinya pada poin 4 memutuskan, mewajibkan tergugat agar menerbitkan keputusan baru yang isinya berupa mengangkat dan melantik penggugat (Ahmad Rasidi) sebagai kepala Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep periode 2019-2025.

Baca Juga : Hisbul Wathan, Titik Suryati dan Ramli Disebut Sebagai Jin Hitam Pemkab Penuh Skandal

Baca Juga: Breaking News, Pemkab Sumenep Kembali Didemo, ARM Soroti 3 Peran Manusia yang Serupai Jin

Baca Juga : Hingga Demo Jilid III, Bupati Sumenep Masih Belum Menampilkan Batang Hidungnya

Baca Juga: Birokrasi Sumenep Amburadul, Kurniadi: Mereka Ini Mengerti Hukum Atau Hanya Penggemar Dangdut

Namun hingga aksi tersebut digelar untuk yang ketiga kalinya, Bupati Sumenep masih belum menampilkan batang hidungnya sehingga massa yang datang mengancam akan membakar Kantor kebanggaan Pemkab Sumenep.

Oleh karenanya, massa tersebut menggeruduk massa dan menggelorakan kekecewaannya.

“Demo ini sebagai bentuk perlawanan kepada oknum yang tidak bertanggung jawab, kepala oknum yang membangkang terhadap putusan PTUN,” ucap orator aksi.

Saat ini, kata dia Bismillah Melayani sudah berubah menjadi Bismillah Mengingkari.

“Bismillah Melayani sudah berubah menjadi Bismillah Mengingkari,” ungkap orator aksi.

Tak berselang lama, Perwakilan Pemkab Sumenep, yakni Ramli selaku Plt Kadis DPMD dan Hisbul Wathan selaku Kabag Hukum Pemkab Sumenep menemui ratusan massa.

Kendati begitu, orator aksi mengatakan Bupati Sumenep sebagai Bupati Setan.

“Ramli setan, Bupati Setan,” imbuh sang orator.

Hingga berita ini di Publis, ratusan massa masih menduduki kantor Pemkab Sumenep dan seganap jajaran kepolisian yang dipimpin sang Kapolres sigap mengamankan.

Tinggalkan Balasan