Pengeroyokan Siswa SMA, Pihak Sekolah Mendapat Surat Panggilan Dari Polres Kupang

  • Bagikan
Foto: Korban penganiayaan

Kupang, Detikzone.net- Kasus pengeroyokan siswa SMA dibawah umur oleh 6 orang tukang bangunan di SMA Negeri 1 Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT, tanggal 06/01 lalu kini pihak sekolah mendapat surat panggilan dari Polres Kupang.

Surat panggilan tersebut diantar oleh anggota kepolisian dari Pospol Amfoang Barat Laut ke sekolah SMA Negeri 1 Amfoang Barat Laut.

Surat sudah diantar tadi pagi oleh Pak Naby kami titip di security sekolah karena kepala sekolah blm sampai di sekolah tadi kk, “demikian ujar Kapospol Amfoang Barat Laut, Aiptu Hironimus Neni, SH ketika dikonfirmasi media ini per pesan WhatsApp, Jum’at, 14/01/2022.

Terkait surat panggilan dari Polres Kupang, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Amfoang Barat Laut, Esau Oematan, S. Pd, ketika di konfirmasi media ini melalui telepon seluler, Jum’at 14/01/2022, mengatakan pihaknya belum mendapat laporan dari teman-teman guru.

Saya dalam perjalanan dari Kupang menuju ke kampung (Amfoang), “katanya singkat.

Kita akan mengikuti prosedural hukum yang berlaku sampai selesai. Kami juga prihatin karena korban merupakan anak sekolah di bawah tanggung jawab saya sebagai Kepala Sekolah, “ujarnya.

Ketika dimintai tanggapannya mengenai kejadian penyeroyokan bertepatan jam sekolah, ia mengatakan ketika kejadian itu dirinya sedang diperjalanan menuju ke Kupang untuk urusan dinas.

Sesudah kejadian, saya dihubungi oleh wali kelas korban, saya bilang segera lapor ke pihak keamanan dalam hal ini Pak Kapospol untuk mengamankan pelaku. Jadi waktu itu mereka langsung lapor, sehingga pihak keamanan langsung mengamankan para pelaku, karena ini sangat menganggu kita saat kegiatan sekolah berlangsung, kalau di luar kita ada batasan-batasan tapi kalau masih di kompleks sekolah dan masih jam sekolah itu tanggung jawab sekolah, “jelasnya.

Tapi kalau ada yang bilang sekolah tidak punya kepedulian, itu patut dipertimbangkan, karena ada teman-teman guru yang berada di sekolah, Namun saat kejadian dan ketika para guru ke TKP, kejadian tersebut sudah selesai,” urainya.

Dan saat itu, kata dia, mereka langsung bawa korban ke Puskesmas Soliu, “Itu juga kan kepedulian?, “ungkapnya penuh tegas.

“Saat malam juga ada yang pergi jenguk di Puskesmas, kalau sampai tidak ada kepedulian berarti tidak ada yang pergi jenguk disana,”terangnya.

Menurutnya, untuk perhatian dalam bentuk biaya pihak sekolah  punya keterbatasan.

Ini tidak mungkin terjadi, kemungkinan sebelumnya ada hal-hal yang membuat mereka (pelaku) merasa terganggu,” bebernya.

Saat mendapat panggilan dari Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Pihaknya sudah sampaikan kasus tersebut, sehingga dikemudian hari ada informasi ke dinas, pihak dinas sudah tahu,” imbuhnya menutup percakapan.

Sementara Kapolsek Amfoang Utara, Iptu I Nyoman Sarjana, ketika mintai keterangannya mengenai pengantaran para pelaku ke Polres Kupang. Ia mengatakan bahwa penyidik bersama anggota kepolisian di Amfoang Barat Laut (Soliu) yang akan mengantarkan ke Kupang.

Sinyal susah, sementara saya ada di Bakuin untuk menghimbau terkait vaksinasi Covid-19, “katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan