Siswa SMA Dibawah Umur Dikeroyok Sejumlah Tukang Bangunan Hingga Babak Belur

Foto: Korban penganiayaan

Kota Kupang, Detikzone.net-Kejadian naas yang menimpa salah seorang siswa berinisial AB (15) di SMA Negeri 1 Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis, (06/01/2022). Kini ditindaklanjuti ke ranah hukum.

Korban yang merupakan anak dibawah umur mendapat pengeroyokan dari 6 orang Tukang Bangunan hingga berdarah.

AB, ketika ditemui media ini bersama keluarganya di Kota Kupang, mengisahkan bahwa sekira pukul 10.00 ia sementara duduk di tempat parkiran motor, kemudian dipanggil oleh seorang tukang bangunan “kawan mari sini dulu.

Ia (AB-red) berpikir mungkin mau pergi ceritera. Tanpa berat hati ia langsung mengikuti ke salah satu ruangan yang sementara dalam pengerjaan, namun sesampai di pintu ruangan itu, si tukang langsung memukulnya di bagian dada.

Sontak, ia langsung bertanya “Kakak su kermana ni? Tukang itu menjawab “Lu mau melawan? Tidak kakak, kalau mau berkelahi mendingan di luar saja, terang AB dalam dialek Kupang.

Mendengar perkataan itu, muncul 5 orang tukang bangunan dari arah luar ruangan langsung mengarahkan pukulan bertubi-tubi, tepatnya di bagian muka hingga pelipis bagian kirinya robek mengeluarkan darah selama dua hari dan pada pelipis mata bagian kanan pun mengalami memar.

Pihak sekolah sama sekali tidak mampu melerai kejadian ini. Bahkan seorang Satpam yang melihat kejadian itupun langsung meninggalkan tempat kejadian. Seolah-olah membiarkan korban untuk terus dianiaya,”terang AB penuh sesal.

Melihat kejadiaan naas ini, salah satu teman korban langsung bergegas menuju rumah orang tua korban untuk memberitahu terkait kejadian tersebut.

Pihak orang tua yang diwakili oleh ayah kandungnya, langsung bergegas menuju Pos Polisi (Pospol) Amfoang Barat Laut untuk melaporkan kejadian yang menimpa anaknya.

Laporan tersebut langsung disikapi baik oleh pihak Pospol yang dipimpin oleh Kapospol Aiptu Hironimus Neni, SH bersama anggotanya langsung menuju TKP untuk mengamankan 3 orang pelaku ke Pospol Amfoang Barat Laut.

Selanjutnya Laporan Kepolisian ke Polsek Amfoang Utara, baru dilakukan pada, Juma’at, (07/01/2022) oleh pihak korban.

Hal senada disampaikan oleh ayah kandung korban, Ibrahim Bela, bahwa pihaknya sangat sesal atas tindakan kekerasan yang menimpa anaknya yang bertepatan dengan jam sekolah.

Sekolah yang merupakan ranah ilmiah, harus mampu melindungi setiap siswa-siswi yang berada di kompleks sekolah, karena kami sebagai orangtua menganggap ketika anak kami sudah di sekolah itu sudah menjadi tanggung jawab sekolah untuk memberikan pelajaran hingga melindungi anak kami seperti kejadiaan macam ini, “Ucapnya penuh tegas.

Ia menilai pihak sekolah SMA Negeri 1 Amfoang Barat Laut sama sekali tidak punya tanggung jawab terhadap anaknya yang menjadi korban kekerasan dari beberapa oknum tukang yang bekerja di sekolah tersebut. Selain itu Pihak sekolah pun lalai dalam melakukan perlindungan terhadap anaknya.

Selain sesalkan tindakan pihak sekolah, ia juga sesalkan pihak Dokter Puskesmas Soliu yang tidak mau melakukan visum dengan alasan tidak berada di tempat dan sedang kontrol di rumah sakit,”kisah Iba Bela, sapaan akrabnya.

Ketika dimintai tanggapan bahwa apabila dari keluarga pelaku meminta untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan, Iba menjawab “tidak akan diselesaikan secara kekeluargaan karena anaknya mengalami kekerasan hingga menimbulkan luka yang serius.

Dalam hati, saya memaafkan, tapi kasus ini akan tetap dilanjutkan ke ranah hukum hingga ada titik terang, “pungkasnya.

Sementara menurut Kepala Puskesmas Soliu, Rino T. Keya, S. Km, ketika dikonfirmasi media ini per pesan WhatsApp, Senin, (10/01/2022) malam, terkait tidak dilakukan visum kepada korban.

Ia mengatakan bahwa, “Visum itu wajib dilakukan oleh dokter saat ada permintaan. Saat kejadian dokter berada di Kupang sementara check up (kontrol). Sdh diarahkan untuk turun Kupang dan skalian Rontgen, dan keluarga sdh mmbwa korban ke kupang hari Minggu kmarin. Selanjutnya lbh jelas cb pak hub pihak keluarga,”katanya.

Iptu I Nyoman Sarjana selaku Kapolsek Amfoang Utara ketika di konfirmasi per telepon WhatsApp membenarkan kasus ini bahwa sudah ditangani oleh pihak Reskrim Polres Kupang.

“Kita ikuti saja perkembangannya, tetapi saat ini pelaku sudah diamankan dan dibawah pengawasan ketat aparat kepolisian di Pospol Amfoang Barat Laut,” imbuhnya singkat.

 

Tinggalkan Balasan