Sebut Bupati Sumenep Boneka, Orator Aksi Juga Ancam Reinkarnasi Revolusi 1998

  • Bagikan
Foto: Aksi unjuk rasa Pasukan Pejuang Keadilan dari Aliansi Rakyat Menggugat di Kantor Pemkab Sumenep.

SUMENEP, Detikzone.net- Kendati dijaga ketat oleh aparat kepolisian, tidak lantas membuat para pendemo yang duduk di depan kantor Pemkab ciut ber-orasi menyuarakan Aspirasi, menyentil kebijakan nyeleneh yang dipertontonkan oleh Kabupaten Sumenep terkait sengketa Pilkades Matanair yang sudah nyata dimenangkan oleh Ahmad Rasidi sebagai Kades namun belum jua dilantik oleh Bupati.

Atas ketidak adilan itu, Ratusan massa dari Aliansi Rakyat Menggugat kembali mendatangi Pemkab Sumenep.

Bahkan dalam aksi demonstrasi Season II yang digelar pagi tadi di depan kantor Pemkab Sumenep, korlap aksi membeberkan sebuah kalimat yang memang sengaja menyentil telinga para pejabat Pemkab Sumenep.

Kita sudah mengantongi data- data para Pejabat yang sudah ikut serta memperlambat terhadap proses pelantikan Ahmad Rasidi sebagai Kades Terpilih. Hati- hati, hal ini akan mengakibatkan masalah besar dan Sumenep akan menjadi Kabupaten bodong, Kabupaten yang tidak menjunjung solidaritas, Kabupaten yang tidak menjunjung keadilan, karena Bupatinya sudah bodong. Ketahuilah, mereka sebenarnya dipilih untuk mewakili kami, namun ternyata berkhianat kepada kami,” ungkapnya.

Dalam orasinya, Korlap Aksi juga menerangkan bahwa sebenarnya sangat kasihan dengan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi SH, MH karena dibuat boneka oleh rezim.

Sebenarnya saya kasihan kepada Anda Pak Fauzi. Anda hanya dibuat boneka oleh rezim yang tidak berpihak kepada rakyat, sehingga menutup mata dan telinga untuk keadilan,” jelasnya.

Pria bersuara lantang yang berdiri diatas mimbar orasi juga menuding Bupati Sumenep tidak patuh terhadap UU yang sudah jelas memutuskan Ahmad Rasidi sebagai Kepala desa yang sah dan harus dilantik sebagai kepala desa Matanair.

Harusnya Bupati Sumenep melantik Ahmad Rasidi sebagai Kepala desa, bukan malah berpihak kepada Kepala Desa yang tidak jelas ,” tutur dia.

Untuk Bupati beserta antek -anteknya yang anti masyarakat yang barangkali ada didalam, salam dari rakyat desa Matanair.  Jika kurun waktu satu Minggu tidak ada ketegasan dan tidak ada proses keadilan, maka jangan salahkan kami jika ribuan massa bahkan solidaritas se Kabupaten Sumenep membludak duduk di bumi ini. Bukan diluar pak, namun akan masuk kedalam secara paksa,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, “Itu bukan salah kami, karena kami diajarkan bohong oleh Bupati, maka kami berani melawan,” imbuhnya.

Penuh wibawa dan dengan suara lantang, sang Orator pejuang keadilan desa Matanair juga menegaskan, ia bersama masyarakat desa Matanair adalah warga yang terdidik, namun karena panggilan hati dan kemanusian dirinya harus memperjuangkan keadilan.

Sebetulnya kami adalah masyarakat yang terdidik namun kami diajari kebohongan oleh Bupati,” terangnya.

Aliansi Rakyat Menggugat juga memberikan ultimatum selama seminggu, agar Pemimpin Kabupaten Sumenep, Achmad Fauzi SH, MH segera mematuhi hukum dan mengangkat Ahmad Rasidi sebagai Kepala desa terpilih sesungguhnya.

Anda dipilih bukan di lotre, Bupati duduk disini karena suara rakyat. Sekali lagi, jika Bupati tidak mengindahkan suara kami maka Renkarnasi Revolusi 1998 akan bergulir di bumi Sumenep. Bukan cuma presiden pak yang lengser karena rakyat, namun sekelas Bupati juga akan lengser jika tidak mendengar suara rakyat,” pungkas Korlap Aksi.

  • Bagikan