Proyek Betonisasi di Investigasi, Kades Aur Duri Laporkan Pewarta ke Polisi

Muara Enim, Detikzone.net- Telah terjadi insiden adu argumen di tempat pekerjaan proyek Betonisasi di desa Aur Duri, Kec. Rambang NIRU, Kabupaten Muara Enim, antara pihak Media dengan Kepala desa Aur Duri. Selasa, 28 Desember 2021.

Menyikapi permasalahan rekan media Bhayangkara.news di wilayah Desa Aur Duri, Kecamatan Ramabng Niru, Kaperwil Sumsel media Detikzone.net sangat menyangkan sikap kepala desa Aur Duri yang baru di lantik ini.

Kades bukan menyelesaikan permasalahan di lapangan justru melaporkan awak media Bhayangkara.news ke Kapolsek Rambang Niru dengan acuan penyetopan pekerjaan proyek peningkatan jalan desa.

Kalau diteliti dari video dan foto foto di lapangan harus nya yang datang pengawas /pihak CV untuk klarifikasi terkait insiden ini dan harusnya mempertanyakan dulu apa alasan kejadian tersebut dan bagaimana permasalahannya,” katanya.

Sementara itu saat tim media mengonfirmasi langsung kepada Pimpred Bhayangkara.news, dirinya menjelaskan bahwa kronologisnya pada saat itu Pihak perwakilan media bhyangkara.news Provinsi Sumsel dan Kabiro Kab.Muara Enim memang melaporkan terkait kegiatan Proyek Betonisasi di desa Aur Duri.

Pihak perwakilan yang juga bagian dari masyarakat desa Aur Duri tersebut menilai adanya dugaan pelanggaran SOP dan spek didalam pengerjaan pengecoran saat itu,” ucapnya.

Temuan team media di lapangan sebagai berikut :

1. Tidak terpasangnya Papan proyek saat itu.
2. Tidak di pasangnya Alas plastik di atas batu ampar.
3. Pekerjaan proyek dilakukan saat kondisi jalan yang masih tergenang air/becek.
4. Dugaan penyimpangan didalam Volume ketebalan.

Laporan Perwakilan Dari daerah disambut dan ditanggapi baik oleh Pimpinan Redaksi media bhayangkara.news, (Taufik Hermanto) ,bahkan mereka mendapatkan intruksi agar mengawasi pekerjaan Proyek itu, dan konfirmasi kepada Pihak Pengawas dari dinas terkait.

Namun sangat di sayangkan saat team media dan anggota BPD desa Aur duri mencoba mencari Pengawas dari dinas, mereka tidak menemukan Pengawas dari pihak dinas di lokasi Pekerjaan.

Pihak media akhirnya mencoba menanyakan kepada pihak pekerja yang ada disana, namun jawaban dari pihak pekerja mengatakan bahwa dirinya tidak tahu siapa pengawas dinas yang dimaksud.

Kita tidak tahu soal pengawas dari dinas, namun jika pengawas dari pihak kami ada,” tutur salah satu pekerja proyek.

Akhirnya team mencoba konfirmasi dan meminta pekerja untuk berhenti sejenak, dan disuruh menghubungi pihak CV pelaksana Proyek.

Maksud dari tujuan awak media di lapangan agar pihak pelaksana dapat melihat pekerjaan proyeknya dilapangkan,dan bisa langsung di evaluasi saat itu juga.

Namun bukannya pihak CV yang datang, justru kepala desa dan rekan-rekannya yang datang dan memarahi anggota media bhayangkara.news yang ada di lapangan.

Berdasarkan Vidio rekaman 01:36 detik, disini harusnya kepala desa mengapresiasi dan mendukung rekan-rekan media dan masyarakat, karena masih ada masyarakat desa Aur Duri yang sadar akan tanggung jawabnya sebagai masyarakat yang harus ikut serta berperan didalam pengawasan dan pencegahan, agar anggaran yang di kucurkan pemerintah dapat di gunakan dengan baik dan mendapat kwalitas jalan yang baik.

Ingat Pemerintah dan jajaran Polri,TNI,Kejaksaan dan KPK sedang berusaha agar mencegah terjadinya tindak pidana Korupsi, bukan evaluasi setelah terjadinya korupsi,” tutur Taufik.

Perwakilan media bhayangkara.news kemarin pada hari Kamis melaporkan kepada kami terkait adanya panggilan pihak dari Polsek rambang dangku atas laporan dari pihak kades Aur Duri,” tambahnya.

Mendengar laporan dari perwakilan daerah tersebut Taufik tertawa, dan memberi intruksi kepada anggota untuk datang ke Polsek, karena sebagai warga negara Indonesia harus taat hukum.

Sementara Kabiro Bhayangkaranews mengatakan bahwa kedatangannya ke Polsek Rembang Dangku hanya dimintai keterangan.

Syukur Alhamdulillah Jumat siang 31 Desember 2021 sekitar pukul 13:30 anggota melaporkan hasil dari pemanggilan pihak kepolisian Polsek Rambang Dangku. Anggota melaporkan jika pihaknya dimintai keterangan oleh penyidik dan anggota menerangkan kronologi kejadian dan maksud tujuan waktu itu saat di TKP,” tutur Aryanto.

Disini terbukti jika instansi Polri menunjukan netralitasnya sebagai penegak hukum, bahkan setelah pihak kepolisian mendengar keterangan dari wartawan Bhayangkaranews, pihak Kepolisian mengapresiasi dan mendukung jika temuan anggota media bhayangkara.news terkait dugaan korupsi didalam proyek Betonisasi itu agar ditindak lanjuti dan dilaporkan kepada pihak yang berwajib,” imbuh Aryanto Kabiro media bhayangkara.news Kabupaten Muara Enim.

Tinggalkan Balasan