Wih Keren, Batik Pamekasan Akan Tampil di Ajang New York Indonesian Fashion Week 2022

Foto: Suasana di Mandhapa Agung Ronggo Sukowati ketika Bupati Pamekasa Baddrut Tamam mengadakan zoom meeting dengan Founder and Producer New York Indonesian Fashion Week, Vanny Tousignant, dan Designer Nasional, Embran Nawawi.

Pamekasan, Detikzone.net- Batik khas Kabupaten Pamekasan, memiliki kesempatan untuk tampil pada ajang internasional. Berkenan dengan itu, Pemkab Pamekasan, melalui Bupatinya Baddrut Tamam mengadakan zoom meeting dengan Founder and Producer New York Indonesian Fashion Week, Vanny Tousignant, dan designer nasional, Embran Nawawi. Kamis, 30/12/2021.

Hal itu dilakukan demi mematangkan konsep menyongsong ajang bergengsi untuk tampil pada ajang New York Indonesian Fashion Week Amerika Serikat tahun 2022 mendatang.

Dengan ramah, Bupati Baddrut Tamam mengungkapkan, batik asal daerahnya tetap mempertahankan batik tulis, bukan batik cap, atau bahkan batik printing. Meski menurutnya batik tulis lebih sulit dan harus mempunyai keahlian khusus.

Karena bagi kita batik itu menulis, dan batik itu melukis kehidupan dan menghidupkan kehidupan, karena menghidupkan kehidupan itu, maka orang Pamekasan tetap mempertahankan batik tulis,” ungkap Suami Nayla Tamam itu dalam pertemuan virtual tersebut, Rabu (29/12/2021) malam.

Bupati jebolan Pondok Pesantren ini juga mengungkapkan kebanggaannya kepada ribuan perajin Pamekasan  yang tetap mempertahankan batik tulis. Mereka menggantungkan hidupnya dengan menjadi perajin dan penjual batik.

Pasar batik tulis kita berdasarkan pernyataan Kementerian Perdagangan merupakan pasar batik tulis terbesar di Asia Tenggara,”  bebernya.

Lebih jauh Tokoh Muda Nahdlatul Ulama ini menambahkan bahwa motif batik Pamekasan sejauh tidak diketahui oleh banyak orang. Oleh sebab itu, pihaknya merasa penting untuk memaparkan corak atau motif batik tulis khas bumi Gerbang Salam pada kesempatan tersebut.

Kita ini memiliki banyak corak batik, seperti batik motif Tong Centong, motif Jungjung Drajat, motif Gringsing, motif Sekar Jagad, motif Per Kepper (kupu-kupu, red), Rantai, Buketan, Reng Perreng, Fajar Menyingsing, serta motif Sido Mukti,” kata dia menerangkan.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, beberapa corak batik tersebut memiliki tingkat kesulitan berbeda serta nilai seni yang berbeda pula. Motif batik yang mempunyai tingkat kesulitannya lebih tinggi, tentu harganya pun lebih tinggi.

Kendati begitu, lanjut dia, batik Pamekasan dengan kualitas tinggi tersebut harganya tetap murah. Tentu harganya akan berbeda jika batik Pamekasan dijual di butik atau pameran level Nasional, bahkan Internasional.

Kita tentu merasa bangga, apabila bisa bekerja sama dan batik kita tampil di New York Indonesian Fashion Week. Sehingga orang bisa tahu bahwa di Indonesia ada batik tulis yang belum diangkat dengan karakter dan corak yang khas,” jelasnya.

Menurutnya, Batik Pamekasan juga memiliki banyak pilihan warna seiring perkembangan zaman dan tuntutan pasar, tidak hanya merah yang identik dengan warna Madura.

Harapan kita, batik ini menjadi jalan kesejahteraan bagi masyarakat, biar kita merasa bangga memiliki batik tulis,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan