Selain Tawarkan Banyak Solusi, KIHT Pamekasan Juga Tingkatkan Harga Jual Tembakau

Foto: Bupati Baddrut Tamam pada saat meresmikan KIHT sementara di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan, Selasa (21/12/2021).
Pamekasan, Detikzone.net- Pada prinsipnya, Pendirian kawasan industri hasil tembakau (KIHT) yang baru saja diresmikan  merupakan wujud keberpihakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan  terhadap para petani tembakau.
Adanya Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Pamekasan tersebut, Selain tawarkan banyak solusi, juga akan meningkatkan harga jual tembakau.

Oleh karenanya, berkenan dengan itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pamekasan, Ajib Abdullah mengungkapkan bahwa tembakau Madura sudah berkembang sejak zaman belanda atau sekitar tahun 1800.

Baca Juga : KIHT Pamekasan Didirikan, Sejumlah Pabrik Rokok yang Bermitra Akan Disubsidi

Baca Juga : Paku Bumi Panaongan Kiai Rahwini Farozi Berpulang Ke Rahmatullah

Baca Juga : Tak Lupa Sejarah, UPTD SMPN 1 Pangarengan Ucapkan Selamat Hari Jadi Sampang ke- 398

Sejak itu pula, kata Ajib, tembakau varietas Madura ini sangat menguntungkan pertani. Bahkan, orang Madura biasa melaksanakan hajatan setelah panen tembakau karena cukup menjanjikan.

“Harga yang tinggi membuat tembakau Madura disebut daun emas oleh masyarakat lantaran mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Namun seiring berjalannya waktu, tembakau Madura tidak lagi mengembirakan akibat harga yang kurang memihak kepada petani,” kata Ajib Abdullah.

Baca Juga : Komitmen Dengan Pimpinan OPD, Bupati Tamam: Jabatan Mereka Taruhannya

Baca Juga : Terima Penghargaan dari Unair, Bupati Tamam: Penghargaan ini Untuk Masyarakat Pamekasan

Baca Juga : Pengurus KONI Pamekasan Dikukuhkan, Lompatan Prestasi Jadi Atensi Bupati

Dirinya mengungkapkan, luasan lahan tembakau di Pamekasan saat cuaca bagus mencapai 30 ribu hektar. Sementara pada tahun 2020 tercatat seluas 24 ribu hektar. Luasan lahan ini jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Sampang.

Pasarnya semua ada di Pamekasan. Jadi perwakilan pembelian pabrikan rokok besar semuanya ada di Pamekasan. Kecuali satu di Guluk-Guluk yang masuk wilayah Sumenep. Memang tembakau Madura sangat besar produksinya,” ucap Ajib pada hari Senin (27/12/2021).

Ajib membeberkan, Salah satu faktor yang merusak harga tembakau Madura adalah masuknya tembakau luar atau tembakau Jawa. Makanya, untuk melindungi itu terdapat peraturan daerah (perda) nomor 04 tahun 2015 tentang tata niaga, budidaya, dan perlindungan tembakau Madura.

“Di Pamekasan ketika musim tembakau dalam perda itu sudah diatur bahwa tembakau Jawa tidak boleh masuk ke Pamekasan. Itu untuk melindungi tembakau Madura,” bebernya.

Menurutnya, Pemkab Pamekasan mencari solusi untuk meningkatkan serapan tembakau petani serta harga yang berpihak kepada petani. Salah satunya dengan mendirikan KIHT. Sebab, adanya KIHT, tembakau petani akan terserap secara maksimal dengan harga yang sesuai.

Terkait dengan harga, kami setiap tahun memang menghitung BEP (break event point), tahun 2020 sekitar 38 ribu perkilo gram, meskipun di lapangan pembelian jarang yang mencapai angka 38 ribu itu,” pungkasnya.