Sukses Launching KIHT Pertama di Jatim, Bupati Tamam Kedatangan Tamu Kehormatan

Foto: Bupati Pamekasan ketika menerima tamu kehormatan dari Pemkab Temanggung di Mandhapa Agung Ronggo Sukowati.

Kunjungan kehormatan itu diterima langsung oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam di Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati.

Dalam acara itu, Bupati Pamekasan didampingi Sekretaris Daerah, Totok Hartono, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Achmad Sjaifuddin, dan beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Baca Juga : Pengurus KONI Pamekasan Dikukuhkan, Lompatan Prestasi Jadi Atensi Bupati

Baca Juga : Terima Penghargaan dari Unair, Bupati Tamam: Penghargaan ini Untuk Masyarakat Pamekasan

Baca Juga : Cipkon Jelang Nataru, Kapolres dan Dandim Sumenep Pimpin Pengecekan Gereja

Kunjungan Pemkab Temanggung tersebut  dipimpin langsung  oleh Wakil Bupati Temanggung, Drs. R. Heri Ibnu Wibowo. Mereka belajar tentang tata niaga tembakau, dan pendirian Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang baru dirintis Pemkab Pamekasan.

Baddrut Tamam menyampaikan, pendirian KIHT di daerahnya berawal dari diskusi di jajaran pejabat tentang fenomena tembakau yang cenderung merugikan petani. Diskusi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan langkah nyata dengan cara belajar kepada daerah yang telah memiliki KIHT, yakni Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dan Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Bupati Pamekasan Ajak Perajin Batik Lakukan Terobosan Inovatif Untuk Menembus Pasar Global

Baca Juga : Bertugas di Pulau Terpencil Namun Berdedikasi Tinggi, Nakes Asal Bumi Arjasa Diberikan Penghargaan

“KIHT ini kita rancang di 2020, dari diskusi itu kita langsung buat grup WA (WhatsApp), baru kemudian bagi tugas dan peran. Siapa yang tugas ke sini, dan siapa yang belajar ke daerah ini,” kata Bupati Tamam di hadapan pejabat Pemkab Temanggung.

Bupati Tamam menegaskan bahwa  pihaknya meresmikan KIHT sementara di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan pada  hari Senin (20/12/2021) kemarin setelah izin operasional dari Kanwil Bea Cukai Jawa Timur terbit.

Lokasi sementara yang dijadikan tempat KIHT itu dengan sistem sewa sebelum nanti berpindah ke lokasi yang telah dirancang di Desa Gugul Kecamatan Tlanakan.

Kita sewa tempat, kerja sama dulu, sambil lalu di tahun 2022 mulai kita bangun lokasinya (di Desa Gugul, red). Nah, ini salah satu kontrak kerja kita dengan dinas, misalnya KIHT jangan enteng, jangan alasan banyak, kalau alasan banyak, ya staf,” tegasnya.

Pihaknya memilih cara dengan menargetkan kerja OPD untuk meningkatkan kerja aparatur sipil negara (ASN) lantaran pejabat telah mendapat banyak fasilitas dari negara yang tentunya harus berkontribusi dalam memajukan bangsa dan negara.

Negara itu membayar lunas kepada aparatur sipil, tidak ngutang. Tinggal kita bisa mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tegasnya.

Tak lupa, Bupati menyampaikan terimakasih kepada jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Temanggung telah berkenan mengunjungi Kabupaten Pamekasan yang saat ini sedang berikhtiar untuk menjadi kabupaten berdaya saing dengan kabupaten/kota maju lain di Indonesia.

Terimakasih, salam hormat, salam sehat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Temanggung, Drs. R. Heri Ibnu Wibowo menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Pamekasan, terutama kepada Bupati, Baddrut Tamam telah menerima langsung kunjungan tersebut. Karena, dirinya tidak menyangka akan diterima langsung oleh orang nomor satu di bumi Gerbang Salam tersebut.

Alhamdulillah kita diberikan nikmat sehat dan sempat oleh Allah, sehingga kita bisa silaturrahim dengan Pemkab Pamekasan. Semoga pertemuan ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua, utamanya kepada masyarakat kita semua,” tukasnya.

Pihaknya melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Pamekasan perihal pendirian KIHT lantaran daerahnya memiliki potensi tembakau cukup tinggi. Namun, potensi tersebut belakangan ini cenderung merugikan petani tembakau lantaran harganya yang tidak memihak kepada mereka.

Kami juga berharap nanti mendapatkan ilmu terkait dengan peraturan daerah tentang tata niaga tembakau ini. Sehingga benar-benar bisa melindungi para petani di Temanggung, termasuk pula soal KIHT seperti apa program yang direncanakan, sehingga bisa menjadi bahan bagi kami untuk bisa membentuk KIHT ini,” tandasnya.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan