Nasib Ramadhan Pohan: Kalah di Pilkada, Utang Miliaran, Tak Punya Jabatan dan Status Tersangka

Nasib Ramadhan Pohan: Kalah di Pilkada, Utang Miliaran, Tak Punya Jabatan dan Status Tersangka

Dengan mimik serius, Ramadhan Pohan membaca lembar demi lembar eksepsi atau keberatannya atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabarita Siahaan.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim Djaniko MH Girsang, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini menyalahkan Savita Linda Hora selaku donatur dan relawan di tim pemenangan dirinya yang berpasangan dengan Eddy Kusuma dalam Pilwalkot Medan 2015 silam.

“Saya sudah kalah pileg, kalah Pilkada, tidak punya uang, apalagi jabatan, malah sekarang jadi tersangka penipuan dan utang lebih dari Rp 15 miliar,” ucap Ramadhan di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (10/1/2017).

Dia bilang, Linda mendekati istrinya untuk dibolehkan membantunya dalam Pemilu 2014 Daerah Pemilihan Sumatera Utara.

Linda semakin intensif mendekati usai penetapan dirinya dan Eddie Kusuma sebagai sepasang calon wali kota dan wakil wali kota Medan 2015.

BACA : Anak Irfan Hakim Nangis Ikan Koinya Mati, Netizen Malah Gagal Fokus

“Saya ingat betul, Linda sempat menawarkan diri untuk menjadi jembatan dengan pemilik posko. Linda bilang, Inang Lundu Panjaitan dan Inang RH Simanjuntak mengenal dekat pemilik posko. Beberapa hari kemudian, seorang rekan memberitahukan saya supaya berhati-hati dengan Linda,” ucapnya.

Linda menyakinkan dirinya dengan mengatakan bahwa dia bersahabat dengan istri mantan Kapolrestabes Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwi Hananto, dekat dengan istri pengusaha Beni Basri, dan dekat dengan keluarga Hanif Shah.

   Halaman Selanjutnya =>